​Valentino Ivan, Rahasia Membuka 15 Cabang Dalam 2 Tahun

Yulistyo Pratomo
02 Februari 2018
Share Via

Sadar bahwa mencari kerja ternyata tidak mudah membuat Valentino Ivan berpikir untuk membangun bisnisnya sendiri. Sembari kuliah, dia sudah membuka kursus ilmu komputer bersama sejumlah teman-temannya, setelah itu baru terjun ke dunia kuliner.

Pertama kali merambah dunia kuliner ternyata tidak semudah membalikkan tangan. Dia dan temannya hanya memiliki modal, namun tidak memiliki keahlian memasak. Namun mereka tetap ngotot membuka restoran kecil-kecilan di dekat kampusnya sendiri.

Sayang, bisnis kuliner pertamanya tidak berjalan mulus. Restoran masakan China itupun harus tutup karena kehabisan modal, serta gagal mengendalikan manajemen yang baik.

Buah kegagalan itu menjadi pelajaran amat berharga bagi Ivan. Alhasil, usaha cafe yang dia beri nama What's Up tak cuma berhasil menarik perhatian anak-anak muda, tapi juga sukses membuka 15 cabang ke sejumlah lokasi di Medan, Pontianak dan Manado.

Apa sih rahasianya? Simak wawancara Ayooberita.com dengan Ivan, beberapa waktu lalu:

Boleh diceritakan bagaimana sih awal berbisnis kuliner dan mengapa tertarik terjun ke dunia itu?

Jadi sebenarnya awalnya enggak kuliner dulu. Kita awalnya tuh bisnis karena lulusan IT, bisnisnya dulu bikin tempat les komputer dulu. Tetapi enggak lama lah, 2004, pertama kali buka les komputer dulu. Cuma seiring berjalan ya memang dasarnya kita suka makanan, cobain sana sini, cobain ini enak nih, coba waktu itu 2006 bikin kuliner kecil-kecilan deket kampus binus kita bikin chinese food, cuma modal nekat masak enggak bisa, cari orang yang bisa masak dan bikin management belum bisa waktu itu kan, baru lulus ya udah akhirnya tutup, rugi total lah.

Udah cari2 bisnis lain baru, sekarang komitmen besar-besaran di What's Up ini, What's Up ini 2015. Karena memang kalo dibilang kenapa tertarik di bisnis kuliner kita lihat prospek ya, kl prospek di bisnis kuliner itu positif, karena pasti semua orang suka makan. Terus dalam kondisi ekonomi kayak sekarang, justru bisnis kuliner itu makin menggeliat, makin meningkat. Terpengaruh kayak sekarang macem-macem pakai online semua sekarang makanan justru dipesen pakai online. Jadi makin dapet lagi tambahan lagi, selain orang dateng online juga aktif. Semacam itulah kenapa kita tertarik dari situ dan uangnya cash (tunai).

Dari perencanaan pasti ada kesulitannya, apa aja?

Jadi pertama kali kan kita salah satu pioneer yang bikin tempat hangout kekinian, pertama kali kita buka Mei 2015 di Depok itu kita kesulitan untuk cari contoh kira-kira apa sih yang diinginkan anak muda zaman sekarang, ya udah akhirnya kita berkreasi sendiri, cari apa nih yang bisa kita bikin, kita buat supaya anak muda ini nyaman. Waktu itu tema yang kita ambil bisa foto di manapun, jadi kita bikin spot-spot foto di setiap tempat. Kan dulu lagi boomingnya selfie, wefie, jadi spot-spotnya. Akhirnya setiap dinding kita gambar, kita mural di dinding yang kita mural itu jadi spotnya foto anak muda. Jadi konsepnya gitu.

Jadi promonya agar diterima pelanggan gimana?

Jadi karena kita base-nya anak muda, jadi lokasi itu penting sekali. Kita cari lokasi di Depok, itu deket dengan Gunadharma dan UI di Margondanya, jadi yang pertama itu kita cari komunitas anak-anak muda di Depok banyakan kan mahasiswa tuh, kita ajak mereka untuk cobain makanan kita dulu, selain makanan mudah dijangkau harganya mereka juga kan lihat tempatnya keren, awal-awal kita kasih free (gratis) dulu, kita kasih cobain gratis dulu pertama kali mereka, pokoknya banyak komunitas, awalnya kita kasih free-free, terus waktu pembukaan pertama kali gratis 1.000 mangkok indomie.

Dari kita kasih gratis itu orang kan jadi nyobain ya, karena kelebihan kita banyak spot foto jadi selalu diulas terus tuh difoto sama temen-temennya, entar temennya ingin foto di tempat foto itu juga, dateng, kembali lagi, balik lagi, dateng lagi. Perkenalan awalnya gitu. Ya udah berputar orang-orang lama-lama mengenal What's Up ini.

Bagaimana cara anda menghadapi beratnya persaingan bisnis kuliner?

Sebenarnya dasar pertama kali dulu ambil menunya yang sudah biasa dimakan sama kalangan anak muda, mahasiswa. Seperti misalnya Indomie ya, terus nasi-nasi kekinian, nasi teriyaki, nasi blackpepper sama snack-snack lah kayak pisang terus menu-menunya sudah familiar, itu yang pertama. Jadi mereka memang menu-menu untuk orang nongkrong.

Kedua, kita kasih fasilitas yang mungkin enggak bisa didapetin di kaki lima atau mungkin yang di model-model retail mirip What's Up kayak indomie juga tapi udah lama, nah kita bikin fasilitas kasih alat musik, panggung live music, nah panggung itu tuh banyak diisi oleh komunitas-komunitas mahasiswa itu, jadi mereka punya karya, mereka bisa ngeband, kita kasih waktu dan mereka seneng banget untuk eksplore, wah kapan lagi bisa manggung diperhatiin banyak orang, gitu kan. Terus Stand Up Commedy, waktu itu sering sekali tuh orang di Depok Stand Up Commedy.

Jadi mereka namanya open mic, mereka dapet panggung mereka seneng banget, terus ada sulap juga, komunitas breakdance, komunitas yang memang butuh berkembang dengan mereka berkarya, nah dengan gitu kita membuat perbedaan dibandingin yang lain, kalopun harga kita sih enggak beda jauh sama kaki lima atau yang sekeliling, memang harga kita lebih tinggi karena banyak service dan lain-lain, cuma tetap mereka worthed karena mereka lihat value for money, kita dateng kita ngerasa wah pantes dateng ke sini gue bayar lebih mahal, makan indomie ada alat musiknya.

Terus kita sediakan game-game, game-game yang kekinian, ada game crocodile, ada game-game fungky sampai game-game congklak juga ada, Ludo, Halma ada. Itu mungkin yang bikin kita tetap bertahan dari persaingan.

Lalu apa yang membuat anda lebih tertarik berbisnis dibandingkan bekerja sama orang?

Kalau pertama sih visi ya, kita punya visi, saya percaya kalau kita bikin usaha, itu kita sebenarnya memberkati banyak orang, kita menolong orang lah, karena kita jadi pekerja lagi, pekerja lagi kita bergantung sama orang lain, jadi kalau kita punya suatu usaha apalagi usaha itu berkembang apalagi kita punya 15 cabang kurang lebih 30 lah orangnya, sudah 450 orang, sudah banyak sekali lah orang yang kerja sama kita.

Itu yang pertama saya sudah bikin lapangan pekerjaan, kedua kita nolong orang lain dengan kalau di What's Up itu membuat orang lain jadi happy (bangga) dengan memberikan makanan terbaik kita bikin anak muda yang tadinya punya karya tapi enggak diandalkan atau enggak dianggap menjadi punya karya, itu alasan utama berbisnis membantu orang lain, dan dari situ seneng aja sih, kalo kita punya suatu menu yang saya bikin terus saya pasarkan ke orang lain terus orang suka, apalagi terus kita bikin brand What's Up terus orang seneng dengan brand What's Up, itu kayaknya sudah jadi kebanggaan sendiri yang enggak bisa dibayar pakai apapun.

Kesulitannya apa waktu membangun What's Up?

Jadi kalo kesulitan pasti ada, pertama kali kita memang dana kesulitan, tapi kalo kita memang punya niat, awal bisa cari cara lah. Dulu pertama kali saya buka toko komputer itu saya pinjem dari orang-orang terdekat, dari pertama pasti kita pinjem dari orangtua, ajak joint temen, waktu itu kita bertiga joint. Itu waktu awal-awal buka usaha itu banyakan minusnya daripada profitnya, jadi tempat lesnya belum laku dulu, belum bisa diandelin sama orang lain, tapi ya karena kita dulunya aktif, punya banyak kenalan, network, ya udah kiya mulai promosiin sama temen-temen, kalo ada adik kelas yang kesulitan belajar komputer bisa les di tempat kita, mulai dah tuh waktu angkatan-angkatan baru kelas mulai terisi, memang awal-awal ya kita harus irit dulu, uang udah investasi banyak tapi belum dapet apa2, itu dulu.

Tapi kalau bisa kasih masukan yang penting itu mindset-nya. Cara berfikirnya positif aja, kalau hari ini belum laku mungkin besok akan laku, kedua mental, mental entrepreneur itu beda sama orang yang saya maunya cari kerja, cari aman. Kl entrepreneur enggak aman, namanya dagang kan bisa hari ini jualan besok bisa enggak jualan, yang penting kita punya mental aja pengaturan diri yang bener.

Filosofi yang dipegang Ivan selama menjadi pengusaha itu apa?

Kenal sama kakak kelas, cerita-cerita pengalaman waktu belum lulus tuh, wah sekarang cari kerja susah, cari kerja udah kuliah dengan nilai tinggi itu masih belum mendapat sesuai yang diharapkan, sejak itu saya harus tentukan nasib sendiri, saya enggak mau ke depannya wah udah sekolah tinggi-tinggi tetapi enggak dihargai, lebih baik kita cari sesuatu yang bisa kreatif, kita cari sesuatu yang bisa memberikan banyak lapangan pekerjaan.

Kalau menjalankan bisnis filosofinya simpel sih, kita belajar bisa dari mana aja, kapan aja sama siapa aja. Kadang memang orang pikirannya kalau udah punya bisnis hebat, kalau udah punya bisnis besar gitukan ah udah malu bertanya pada orang lain, kalau saya enggak, saya selalu belajar sama siapa aja. Bahkan saya bisa belajar sama karyawan saya, saya bisa belajar sama partner saya, saya bisa belajar mungkin sama orangtua saya, kalau sekarang ini kan bisnis-bisnis zaman sekarangkan, anak-anak muda di bawah saya, kids zaman now jauh di bawah saya beda 10 tahun saya harus belajar sama yang anak muda. Kalau orang kan, ah baru lulus belum bisa apa-apa, tapi kalau saya belajar di mana saja, kapan saja, sama siapa saja.

Apa yang buat anda yakin bisa bangun cabang baru, meski banyak yang menyangsikan kalau bisnis berkonsep anak muda tidak akan bertahan lama?

Kalau saya sih yakinnya gini, karena yang sudah berjalan itu antusiasnya luar biasa, terus kita juga kalapun kita mungkin banyak orang yang bilang trend, kalau kita percaya kalau kita kembangkan orang lain, saya percaya kalau kita punya mimpi, kalau orang lain juga mengikuti mimpi itu pasti itu akan bertahan, karena kita di sini tujuannya adalah anak-anak muda sekitar sini, sekitar area What's Up juga menjadi potensi, menjadi sukses, menjadi maju mereka enggak akan lupa sama What's Up, mereka akan selalu base campnya di What's Up, seperti kita buka di Pontianak, Manado, itu antusias sekali, kita juga sampai heran, sampai kaget sih. Itu kita sediakan di sana sampai 300 kursi, itu yang antre-antre sampai 600 orang, yang masuk memang waktu itu lagi ada event, waktu event grand opening feelnya What's Up yang terkenal di Jakarta itu seperti apa sih dan sampai sekarang heboh di sana, dari kita buka sampai tutup selalu penuh, nah itu membuktikan kita antusias mulai bikin untuk seluruh Indonesia. (TYO)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

Berikan komentar terkait berita ini

BERITA LAINNYA

Bisnis - 20 Februari 2019 10:14:56 wib

Riset: Orang Indonesia Belanja Daring Bayarnya via ATM

Survei perusahaan riset pasar Ipsos menunjukkan masyarakat Indonesia masih memiliki pola pikir manual untuk pembayaran saat transaksi belanja daring. Ipsos mencatat 26 persen responden lebih mengandalkan metode
Teknologi - 20 Februari 2019 10:02:35 wib

Facebook Akuisisi Startup Layanan Belanja Furnitur

Facebook baru saja mengakuisisi GrokStyle, sebuah startup layanan belanja furnitur yang menggunakan teknologi online. Akuisisi ini merupakan salah satu langkah terbaru Facebook dalam memasuki dunia
Asosiasi Lain - 19 Februari 2019 17:55:51 wib

idEA: Indonesia bakal Jadi Market e-commerce Terbesar

Asosiation e-Commerce Indonesia (idEA) menilai Indonesia akan menjadi pemain besar dalam perdagangan berbasis online atau e-commerce di kawasan Asia Tenggara. Kondisi itu sudah mulai terlihat saat ini. "Kita
Jakarta - 19 Februari 2019 17:17:49 wib

Polda Metro: Banyak Korban, Hati-hati Gunakan Fintech Ilegal

Polda Metro Jaya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap platfom layanan peminjaman uang tunai secara instan atau financial technology (fintech) ilegal karena sudah memakan banyak
Asosiasi Lain - 19 Februari 2019 16:46:11 wib

AKLP Desak Pemberlakuan SNI & Penurunan Harga Gas Industri

Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) mengakui potensi investasi industri kaca, terutama kaca lembaran bangunan dan otomotif sangat potensial. Pasalnya, industri properti dan otomotif di Indonesia menjadi sektor
Teknologi - 19 Februari 2019 15:37:45 wib

Instagram Uji Coba Stiker Donasi di Fitur Story

Instagram bereksperimen dengan stiker donasi untuk fitur Stories-nya. Uji coba ini terlihat oleh peneliti aplikasi Jane Manchun Wong. Fitur itu tampaknya mirip dengan apa yang ditawarkan Facebook, yakni alat
Teknologi - 19 Februari 2019 15:33:03 wib

SHARP Hadirkan Televisi Aquos 8K

Kemampuan SHARP Indonesia dalam meningkatkan pangsa pasar produk TV memberikan hasil yang memuaskan. Beragam strategi dijalankan mulai dengan menawarkan ragam pilihan ukuran TV, lokal fitur yang sesuai dengan kultur
Gadget - 19 Februari 2019 14:39:33 wib

Sony Xperia XZ4 Benamkan Layar CinemaWide

Para leakers dengan penuh percaya diri memperkenalkan prediksi mereka tentang desain Smartphone premium terbarunya: Xperia XZ4. Tapi Sony justru malu-malu memperkenalkan konsepnya tentang smartphone yang menjauh dari
Teknologi - 19 Februari 2019 14:10:50 wib

Perkuat Layanan, Inovasi Suzuki Auto Valeu via Digital

Guna meningkatkan layanan kepada para pelanggan Auto Value, layanan jual beli mobil bekas resmi Suzuki Indonesia hadir dengan tampilan situs dan fitur terbaru di www.AutoValue.co.id. Hadir dengan pengalaman mobile
Hiburan - 19 Februari 2019 13:00:20 wib

Game Final Fantasy 9 Meluncur di Nintendo Switch

Penerbit game asal Jepang, Square Enix, resmi meluncurkan game lawas konsol PlayStation generasi pertama, yakni Final Fantasy 9, di Nintendo Switch. Game tersebut sudah bisa diunduh di Nintendo eShop sejak 13 Februari
Makro - 19 Februari 2019 11:50:53 wib

63 Domain Pialang Berjangka Ilegal Diblokir

 Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah memblokir 63 domain pialang berjangka illegal pada awal tahun ini. Adapun sepanjang 2018, Bappebti telah memblokir 161 domain. Pemblokiran itu
Ekonomi - 19 Februari 2019 11:45:04 wib

Bea Cukai: Layanan Ekspor Impor Kini Bisa via Elektronik

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menerbitkan layanan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) berbasis elektronik (e-KITE) untuk memberi kemudahan dalam pemanfaatan fasilitas kepabeanan.
Teknologi - 19 Februari 2019 10:53:44 wib

ASUSPRO D540MC, PC Desktop Dirancang bagi Pelaku UKM

ASUS mengenalkan ASUSPRO D540MC, sPC desktop yang dirancang untuk pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Tampilan ASUSPRO D540MC memang tampak seperti PC desktop biasa, tapi ASUS merancang perangkat secara khusus agar
Otomotif - 19 Februari 2019 10:45:08 wib

2019, Hyundai Persembahkan The Grand Santa Fe

PT Hyundai Mobil Indonesia memulai tahun 2019 dengan menghadirkan varian terbaru dan teratas dari All New Hyundai Santa Fe yang dinamai The Grand Santa Fe. Varian baru itu dihadirkan kepada pecinta SUV di Indonesia
Teknologi - 19 Februari 2019 10:06:06 wib

Twitter Bakal Datangkan Fitur Serupa Snapchat

Twitter bakal mendatangkan fitur serupa Snapchat atau Instagram Stories. Fitur itu sekarang sedang diuji coba dengan nama "News Camera". Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengunggah foto atau video pendek
Gadget - 19 Februari 2019 09:56:19 wib

Di Indonesia, Galaxy S10 Bisa Dipesan mulai 22 Februari

  Samsung bakal merilis flagship terbarunya yakni seri Galaxy S10, pada 20 Februari 2019 di San Francisco, AS, atau 21 Februari 2019 waktu Indonesia. Satu hari setelah peluncuran resminya, fans Samsung Galaxy
Teknologi - 18 Februari 2019 17:28:18 wib

Apple Ancang-ancang Sematkan Chip Snapdragon ke iPhone

Apple mengonfirmasi kabar soal rencana mereka menjual iPhone model lawas yang diotaki chip Snapdragon besutan Qualcomm. Namun, produk iPhone tersebut tak akan dijual secara global, melainkan hanya untuk pasar Jerman
Teknologi - 18 Februari 2019 16:07:08 wib

Fitur Direct Message Instagram di Versi Web Diujicoba

Fitur media sosial Instagram masih terbilang minimalis untuk versi platform webnya. Namun, kini Instagram sedang menguji coba fitur direct message untuk platform Instagram Web. Dengan fitur ini, pengguna Instagram bisa
Makro - 18 Februari 2019 15:02:45 wib

Menkeu Sri Mulyani Dorong Perkembangan Unicorn di Indonesia

Istilah unicorn menjadi populer bahkan viral di media sosial, setelah dilontarkan capres Joko Widodo (Jokowi) dalam perhelatan Debat Pilpres kedua, Ahad malam. Menjadi ramai diperbincangkan, karena capres Prabowo
Kadin - 18 Februari 2019 14:48:17 wib

Kadin Minta Capres-Cawapres Teken Komitmen Energi Baru Terbarukan

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta kedua pasang calon presiden dan calon wakil presiden untuk menandatangani komitmen pengembangan Energi Baru Terbarukan setelah hasil debat kedua yang digelar pada
Gadget - 18 Februari 2019 14:35:25 wib

Samsung Galaxy Tab S5e, Hadirkan Tablet Terbaru, Tertipis & Teringan

Samsung baru saja meluncurkan tablet teranyar mereka bernama Galaxy Tab S5e di Korea Selatan. Hadir dengan bodi logam setebal 5,5mm dan bobot 400 gram, Samsung mengklaim Galaxy Tab S5e sebagai tablet dengan layar 10,5
Teknologi - 18 Februari 2019 13:55:52 wib

Pengguna iOS Akhirnya Kebagian WhatsApp Business

Setelah meluncur dalam versi Android pada 2018, kini WhatsApp Business hadir untuk pengguna iOS dalam versi beta. Fungsinya sama seperti WhatsApp standar, hanya saja dilengkapi beberapa fitur untuk menunjang
Teknologi - 18 Februari 2019 13:13:27 wib

GreatEdu, Aplikasi Pendidikan Karya Pemuda Indonesia

Sejumlah anak muda Indonesia meluncurkan aplikasi pendidikan untuk menjawab tantangan di era revolusi industri 4.0. Aplikasi tersebut dapat mempermudah transfer pengetahuan dan kemampuan, khususnya di bidang
Teknologi - 18 Februari 2019 12:34:57 wib

Samsung Galaxy Tab A 10.1 2019 Menggebrak Jerman

Mobile World Congress (MWC) 19 masih sepekan lagi. Samsung pun sudah menempatkan diri sebagai berita utama dengan beberapa pengumuman perangkat barunya. Pabrikan manufaktur asal Korea Selatan itu sendiri sudah
Olahraga Lainnya - 18 Februari 2019 11:51:54 wib

NBA All-Star: LeBron Tumbangkan Giannis

Tim LeBron berhasil mengalahkan Tim Giannis dengan skor 178-164 dalam laga NBA All-Star yang berlangsung di Spectrum Center, Senin (18/02) dini hari. Tim LeBron sempat tertinggal cukup jauh di kuarter pembuka. Tim yang
Perbankan - 18 Februari 2019 11:27:49 wib

OJK Gencar Berantas Fintech Ilegal

Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, terdapat 635 perusahaan finance technologi (fintech) yang tidak terdaftar alias ilegal, dan sebanyak 231 di antaranya sudah ditutup izinnya oleh
Balap - 18 Februari 2019 11:03:28 wib

Didukung Ayoomall.com, MDO Ajudan Pribadi Incar Semua Gelar Balap

Menghadapi musim kompetisi baru, tim balap MDO Ajudan Pribadi mencanangkan target tinggi, yakni memenangi seluruh balapan. Tidak hanya itu, mereka juga ingin mencuri perhatian para pencinta balap
Migas - 18 Februari 2019 11:03:25 wib

Harga Minyak Global Sentuh Level Tertinggi

Harga minyak naik ke level tertinggi sejak November 2018 di perdagangan Asia pada Senin (18/2) pagi. Harga minyak global terangkat oleh pengurangan pasokan yang dipimpin OPEC serta sanksi-sanki AS terhadap Iran dan
Teknologi - 18 Februari 2019 10:52:24 wib

Tips Simple Merawat Laptop

Merawat itu sebuah kewajiban. Apalagi merawat laptop. Jangankan rusak apalagi sampai hilang, tergores sedikit saja rasanya sangat sayang sekali. Pernahkah kamu merasa seperti ini?. Karena itu, perhatian sangat ekstra
Gadget - 18 Februari 2019 10:24:58 wib

Redmi Pastikan Smartphone Baru dengan Snapdragon 855

Xiaomi dipastikan bakal meluncurkan smartphone terbarunya, Mi 9, pada 20 Februari 2019. Berbekal Snapdragon 855, perangkat ini bakal menjadi satu dari beberapa deretan smartphone Xiaomi berbekal prosesor terbaru milik