Adopsi Big Data di Indonesia Kian Marak

Adopsi Big Data di Indonesia Kian Marak

Endy Purwanto
20 Desember 2019
Share Via

Pakar Bid Data menilai adopsi teknologi big data dsemakin marak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Teknologi big data di Indonesia sudah bukan sekadar wacana di tingkat penelitian dan prototipe, tetapi sudah sampai pada tahap implementasi. Adopsi teknologi big data bukan hanya dilakukan di sektor bisnis namun juga telah merambah ke institusi pemerintahan.

"Pemberdayaan teknologi big data yang masih tergolong baru di Indonesia sudah menunjukkan hasil yang nyata. Salash satu conth nyata Go-Jek merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang sukses dalam mengimplementasikan teknologi big data." papar Pakar big data, Wayan Wijaya, di Jakarta  Jumat (20/12/2019).

Dilanjutkan, Perusahaan berbagai jenis layanan dalam satu aplikasi ini berhasil membangun backend big data yang solid dan komprehensif. Gojek melakukan pemberdayaan big data dengan menggunakan pendekatan data science pada hampir seluruh proses bisnis dan operasional yakni menghubungkan data kuantitatif dengan pertanyaan-pertanyaan bisnis yang kompleks.

Metode ini untuk menghasilkan solusi terukur dengan memanfaatkan berbagai alat analisis (tools) dan teknik kuantitatif. Tujuan Gojek melakukan pemberdayaan big data adalah untuk mengambil berbagai macam keputusan real-time dengan menggunakan berbagai macam teknik seperti machine learning, kecerdasan buatan, dan natural langage processing, ungkapnya.

Implementasi big data di Indonesia, sambung Wayan, tidak didominasi oleh perusahaan rintisan berbasis digital. Akan tetapi, perusahaan keuangan seperti Bank Mandiri juga terbukti sukses mengadopsi teknologi big data. Bank Mandiri telah mengalokasikan dana sebesar Rp136 miliar untuk investasi infrastruktur big data pada tahun 2017 guna meningkatkan kualitas layanan kredit.

Menurutnya, Teknologi big data ini dimanfaatkan untuk mengumpulkan dan menganalisis data-data nasabah berupa kebiasaan maupun gaya dalam membelanjakan uang serta melakukan transaksi harian. Hasil dari pengolahan data tersebut akan dimanfaatkan untuk menentukan creditworthiness atau kelayakan kredit dari setiap nasabah atau untuk menentukan ketertarikan nasabah terhadap suatu produk kredit tertentu.

"Dengan demikian, penentuan kelayakan kredit bukan lagi didasarkan pada data statis seperti gaji bulanan nasabah, melainkan pada data dinamis seperti data yang berkaitan dengan perilaku dan kebiasan nasabah dalam membelanjakan uang," tandasnya serius.

Dikatakan, Bank Mandiri memanfaatkan hasil analisis big data tersebut untuk menentukan cara penyaluran kredit dan bagaimana cara penanggulangan risiko.
Juga di kalangan instansi pemerintah, Direktorat Jenderal Pajak melakukan pemberdayaan big data untuk mengoptimalkan penerimaan pajak. Demikian juga Bank Indonesia telah mengadopsi teknologi big data sejak tahun 2014 untuk melakukan perumusan kebijakan.

Penerapan analisis big data dalam konteks penerimaan pajak memiliki banyak potensi seperti memperkaya profil wajib pajak, melihat relasi antar-wajib pajak, dan mengidentifikasi risiko ketidakpatuhan setiap wajib pajak. "Profil wajib pajak dapat diperkaya dengan informasi tentang perilaku dan kebiasaan hidup wajib pajak tersebut yang nantinya dapat diberdayakan untuk mengungkap harta maupun penghasilan yang disembunyikan," sambungnya.

Dikatakan, relasi antar-wajib pajak dapat digunakan untuk mendeteksi grup-grup wajib pajak yang saling berhubungan khususnya dalam urusan finansial sehingga dapat mengetahui transaksi-transaksi finansial yang terjadi di antara anggota grup tersebut. "Dengan mengidentifikasi risiko ketidakpatuhan setiap wajib pajak, pengawasan dapat difokuskan pada wajib pajak-wajib pajak dengan risiko ketidakpatuhan tinggi," ujar Wayan.

Saat ini Ditjen Pajak sudah membangun infrastruktur big data yang canggih berupa cluster Hadoop untuk data integration, cluster Hadoop untuk data platform, dan cluster enterprise data warehouse. Mereka memanfaatkan data di internet yang bersifat terbuka (open source intelijen) sebagai sumber big data.

Selain itu, Ditjen Pajak juga memiliki data dari pihak ketiga yang diperoleh melalui kerja sama pertukaran data yang berupa informasi kepemilikan saham, penanaman modal, impor-eskpor, pemenang lelang, kepemilikan sekuritas, dan kepemilikan kendaraan mewah, tambahnya. (end)

 

 

Tags: Big Data,

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

Berikan komentar terkait berita ini

BERITA LAINNYA

Jakarta - 26 Juli 2021 13:11:01 wib

PPKM Diperpanjang hingga Agustus 2021; Toko di Mal Bebas PPN Periode Juni

Pemerintah menjanjikan insentif baru pasca perpanjangan PPKM Level 4. Salah satunya yaitu pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sewa toko di mal atau pusat perbelanjaan untuk Juni hingga Agustus
Sehat - 26 Juli 2021 12:54:41 wib

Rumah Oksigen Akan Beroperasi; 4 Sebab Kematian Covid Tinggi

Ayooberita.com - Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Ahad siang, 25 Juli 2021, dimulai dari tinjauan langsung Presiden Jokowi ke Rumah Oksigen Gotong Royong di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Berikutnya ada berita
Hukum - 20 Mei 2021 13:16:21 wib

Megawati : Saya dan Pak Jokowi sama-sama prihatin bagaimana kedisiplinan terhadap prokes menurun

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melakukan halal bihalal secara virtual dengan  pengurus partai dan organisasi sayap partai dari seluruh Indonesia, Rabu (19/5/2021). Sejumlah pesan
Hukum - 20 Mei 2021 13:10:13 wib

Jokowi : Tantangan Ruang Digital Semakin Besar Dikarenakan Kejahatan Ruang Digital Terus Meningkat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa tantangan di ruang digital saat ini semakin besar. Konten konten negatif terus bermunculan dan meningkat.  Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutan
Jakarta - 10 Agustus 2020 14:38:42 wib

Penerapan Ahklak dan Etika Dalam Kehidupan Sehari-hari

PENERAPAN AHLAK DAN ETIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI oleh: Shindi Elisa 201712579039 - YG Pengertian Ahlak dan Etika Jika kita lihat dari perkembangan zaman yang sekaran lebih berkembang ya? Perkembangan zaman
Daerah - 15 Juli 2020 20:56:05 wib

Mengenal Kubah Masjid di Indonesia

Kota Depok dan Masjid Kubah Emas menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan, masjid Kubah Emas atau Masjid Dian Al Mahri menjadi ikon bagi kota tersebut. Pendiri sekaligus pemilik masjid ini bernama Dian
Korporat - 31 Maret 2020 11:54:28 wib

Airmas Group Bantu Tim Medis dan Pemerintah Lawan Covid-19

Penyebaran virus Corona di Indonesia semakin memprihatinkan, setidaknya hingga hari ini sudah lebih dari seribu orang dinyatakan terjangkit virus tersebut, dan angka penderita yang meninggal dunia telah
Hipmi - 17 Februari 2020 12:25:52 wib