Satelit: Kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air Ada Kesamaan Data

Endy Purwanto
15 Maret 2019
Share Via

Bukti konkret pertama dari kemungkinan hubungan antara dua kecelakaan Boeing 737 MAX 8 yang mematikan, yakni Ethiopian Airlines ET 302 dan Lion Air JT 610, terkuak. Sumbernya, dari luar angkasa. Sebuah jaringan satelit baru yang mampu melacak pesawat dengan detail mumpuni di seluruh dunia menangkap jalur penerbangan Boeing 737 MAX ET 302 yang jatuh pada Minggu 10 Maret 2019.

Data itu sangat vital, sampai-sampai, otoritas penerbangan Amerika Serikat menjadikannya sebagai salah satu alasan untuk bergabung dengan seluruh dunia dalam mengandangkan dan menangguhkan izin terbang (grounding) MAX, menurut pejabat industri aviasi dan regulator.

Data tentang penerbangan enam menit yang karut-marut dari pesawat Ethiopian Airlines meyakinkan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) bahwa itu mungkin cukup mirip dengan apa yang terjadi pada kecelakaan Lion Air JT 610 pada 29 Oktober 2018 yang menerbangkan 737 MAX 8.

Setelah meninjau data yang dimaksud, pejabat FAA Daniel Elwell pada Rabu 14 Maret 2019 mengatakan, "(data itu) membuat jelas bagi semua pihak, sebenarnya bahwa jalur penerbangan Ethiopian Airlines sangat dekat dan berperilaku sangat mirip dengan penerbangan Lion Air," demikian seperti dikutip dari NDTV, Jumat (15/3/2019).

Menteri Transportasi Kanada Marc Garneau juga mengutip data pelacakan satelit pada hari Rabu sebagai alasan negaranya bergabung dengan lebih dari 50 negara lain dalam menetapkan grounding pada model 737 MAX.

Data Satelit Seperti Apa?

Data satelit itu disediakan oleh Aireon LLC, yang dibentuk pada 2012 oleh Iridium Communications Inc. dan Nav Canada, perusahaan nirlaba yang memandu lalu lintas udara di Kanada dengan memiliki pengalaman bertahun-tahun pengembangan dan peluncuran 66 satelit ke orbit. Aireon juga akan memperkenalkan layanan pelacakan penerbangan komersial baru dalam beberapa minggu mendatang.

Soal pelacakan dari luar angkasa, perusahaan itu melakukannya dengan menggunakan teknologi GPS yang umumnya dikenal sebagai Automatic Dependent Surveillance-Broadcast atau ADS-B. Jaringan itu dioperasikan oleh Harris Corp, yang juga bermitra dengan Aireon.

Transmisi data hanya mencapai angkasa luar sepersekian detik setelah pesawat tertangkap radar antena darat dan itulah yang diandalkan Aireon untuk melacak penerbangan Ethiopian Airlines. Sebuah stasiun darat yang dioperasikan oleh perusahaan pelacak FlightRadar24 hanya menangkap data dari dua menit pertama penerbangan sebelum pesawat berada di luar jangkauan.

Aireon LLC berbagi informasi dengan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS dan Administrasi Penerbangan Federal, serta "beberapa otoritas penerbangan Eropa dan berbagai otoritas penerbangan Afrika," kata Jessie Hillenbrand, seorang juru bicara Aireon.

Pejabat FAA Daniel Elwell mengatakan, trek awal pesawat yang tersedia segera setelah kecelakaan oleh perusahaan terpisah dengan stasiun darat di Ethiopia tidak konsisten dengan bagaimana pesawat terbang dan tidak dapat dipercaya. Namun, ketika para pakar agensi meninjau trek yang disempurnakan yang disediakan oleh Aireon, hal itu menimbulkan kekhawatiran.

Pesawat Lion Air mengalami lebih dari dua lusin penurunan tajam segera setelah lepas landas. Dan hal itu mungkin terjadi pula pada Ethiopian Airlines ET 302 sebelum jatuh.

Penyelidik KNKT Republik Indonesia mengatakan dalam laporan awal bahwa pesawat Boeing 737 MAX 8 Lion Air JT 610 secara otomatis diperintahkan untuk melakukan nosedive karena perangkat lunak yang dikenal sebagai Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS) mengira pesawat itu dalam bahaya karena kehilangan daya angkat pada sayap.

Boeing telah menambahkan MCAS sebagai perlindungan terhadap kondisi stall pada aerodinamika pesawat. Namun, dalam kasus penerbangan Lion Air, sensor yang tidak berfungsi memberi isyarat bahwa pesawat itu dalam bahaya ketika sebenarnya tidak dan memerintahkan nosedive yang tidak perlu.

Alih-alih mematikan motor yang memicu nosedive --prosedur yang harus dihapal pilot pada semua model 737-- kru Lion Air terus menangkalnya dengan kontrol mereka sampai tenggelam ke laut.

Sementara FAA dan Kanada tidak merinci jalur penerbangan pesawat Ethiopia, mereka tampaknya sampai pada kesimpulan sementara bahwa ET 302 memiliki momen pra-jatuh yang mirip dengan JT 610, di mana pesawat Afrika itu mengalami perubahan altitude yang sangat tidak biasa diikuti oleh kenaikan ketinggian. Biasanya, sebuah jet naik dengan mantap setelah lepas landas.

"Ini tentu menempatkan sorotan pada sistem MCAS," kata Peter Goelz, seorang mantan direktur pelaksana di Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) yang kini jadi wakil presiden senior di O'Neill & Associates, sebuah perusahaan lobi dan hubungan masyarakat di Washington.

"Ada implikasi bahwa ada dua kecelakaan serupa dan itu kemungkinan melibatkan interaksi sistem MCAS dengan penerbangan pesawat." katanya sambil menambahkan banyak pakar penerbangan mengatakan terlalu dini untuk menyatakan kemiripan kecelakaan ET 302 dan JT 610.

Pejabat FAA Daniel Elwell mengingatkan bahwa masih belum ada bukti definitif yang menunjukkan bahwa kedua kecelakaan itu terkait.
Investigasi kecelakaan di Indonesia belum selesai. Selain MCAS, laporan awal menyebutkan kegagalan pemeliharaan berulang dan masalah kinerja pilot. Sebagai contoh, pesawat Lion Air mengalami kerusakan MCAS yang sama pada penerbangan sebelumnya tetapi tidak diperbaiki.

Pilot Ethiopia telah menerima pemberitahuan tentang MCAS dan pelatihan tambahan yang disarankan oleh Boeing setelah kecelakaan Lion Air, Tewolde Gebre Mariam, kepala eksekutif Ethiopian Airlines mengatakan kepada wartawan dalam siaran di ETV yang dikendalikan negara.

"Begini, bahwa iya kebetulan kedua kecelakaan terjadi pada pesawat yang sama (Boeing 737 MAX 8), benar juga bahwa keduanya jatuh pada critical minutes setelah take off, dan betul bahwa semua penumpang tewas dalam kecelakaan itu --tanpa mengurangi rasa duka dan hormat kepada keluarga korban," kata Chappy, Senin 11 Maret.

"Tapi, untuk sampai pada kesimpulan akhir atau menyebut bahwa ada kerusakan dan penyebab serupa, dan ini sama seperti yang saya katakan saat tragedi JT 610, maka, perlu adanya penyelidikan menyeluruh dan komplet atas hal itu," jelasnya. "Hingga ada hasil penyelidikan menyeluruh, semua itu hanya perkiraan."

Mantan pejabat FAA, Scott Brenner mengatakan kepada CBS News bahwa agensi masih harus menunggu data dari kotak hitam jet Ethiopia sebelum membuat keputusan.

Penyelidik Ethiopia kini telah mengirim kotak hitam ke Paris untuk dianalisis - hampir tiga hari setelah mereka diambil dari lokasi kecelakaan di sebuah ladang dekat desa Tulu Fara di luar kota Bishoftu, 40 mil di tenggara ibukota Ethiopia.

Kevin Durkin, seorang pengacara penerbangan, mengatakan hubungan itu bisa menjadi penting dalam setiap kasus pengadilan. Jika Boeing mengetahui adanya cacat pada armada 737 MAX, pabrikan pesawat bisa menghadapi dakwaan tambahan dalam tuntutan hukum. Pengetahuan perusahaan tentang cacat itu mungkin ditunjukkan oleh pernyataannya bahwa mereka membuat perubahan perangkat lunak setelah Lion Air JT 610, katanya.

"Jika Anda memiliki produk yang cacat dan ternyata Boeing tahu tentang hal itu, ini dapat dengan mudah membuat mereka terkena hukuman," kata Durkin, seorang mitra di Kantor Hukum Clifford di Chicago.

"Standarnya adalah apakah perusahaan terlibat dalam perilaku dalam ketidakpedulian yang disengaja terhadap keselamatan orang lain," lanjut Durkin.

Boeing mengatakan bahwa cukup dengan mengikuti prosedur lama seharusnya cukup untuk mencegah kecelakaan yang melibatkan kegagalan MCAS. Pada hari Rabu, pabrikan yang berbasis di Chicago mengeluarkan pernyataan yang mengatakan masih memiliki "kepercayaan penuh" pada pesawat produksi mereka.

"Kami mendukung langkah proaktif ini dengan kehati-hatian," kata Kepala Eksekutif Boeing Dennis Muilenburg dalam pernyataan itu, merujuk pada tindakan FAA. "Kami melakukan segala yang kami bisa untuk memahami penyebab kecelakaan dalam kemitraan dengan para penyelidik, menyebarkan peningkatan keselamatan dan membantu memastikan ini tidak terjadi lagi. (NDTV/END)

 

 

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

Berikan komentar terkait berita ini

BERITA LAINNYA

Korporat - 19 Maret 2019 17:49:01 wib

Ayoopeduli.com Bantu Korban Kebakaran di Tamansari

Kebakaran hebat menghanguskan permukiman di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat (Jakbar), pada Minggu (17/3) mengisahkan duka yang mendalam bagi penghuninya. Ribuan warga harus mengungsi. Menurut data yang didapat sebanyak
Teknologi - 19 Maret 2019 16:27:04 wib

Tips Memilih Laptop Gaming Terbaik

Kini, laptop gaming lebih banyak diminati karena ukurannya yang relatif kecil dan mudah untuk dibawa kemana-mana, sehingga bisa bermain game dimana saja dan kapan saja. Namun, banyak orang yang masih salah kaprah dan
Gadget - 19 Maret 2019 15:45:40 wib

Samsung Kembangkan Handpone Pintar Layar Penuh

Teknologi terus maju. Inovasi-inovasi terbaru berdatangan demi mengikuti tren dan kebutuhan masyarakat. Kali ini, Samsung Electronics mengungkapkan ide mereka tentang gawai pintar masa depan yang ingin mereka
Jakarta - 19 Maret 2019 15:08:02 wib

Presiden Jokowi dan Menteri Kabinet Kerja Jajal MRT

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjajal Moda Raya Terpadu (MRT) Ratangga pada Selasa (19/3). Selain Jokowi, sejumlah menteri Kabinet Kerja dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut mencoba moda transportasi umum
Nasional - 19 Maret 2019 14:42:37 wib

Banjir Sentani Papua, 89 Orang Meregang Nyawa

Posko Induk Tanggap Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa (19/3), total korban meninggal dunia sebanyak 89 orang yaitu 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten
Sepakbola - 19 Maret 2019 13:37:20 wib

Indra Sjafri Coret 6 Pemain Timnas Indonesia U-23

Pelatih Timnas Indonesia U-23 Indra Sjafri telah mencoret enam pemain dan membawa 24 pemain untuk mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Hanoi, Vietnam, 22-26 Maret 2019. Dari enam pemain yang dicoret, empat
Teknologi - 19 Maret 2019 13:08:14 wib

Apple Pamerkan Dua iPad Terbaru

Sepekan menjelang acara perusahaan, Apple meluncurkan dua iPad baru, Senin (18/3). Apple memperkenalkan iPad Air dan iPad Mini terbaru. iPad Air tampil dengan layar 10,5 inci. Sedangkan iPad Mini mendapatkan peningkatan
Kadin - 19 Maret 2019 12:02:06 wib

Kadin Kepri Bantu Rehabilitasi Rumah Ibadah Korban Gempa Palu

  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyerahkan bantuan tunai Rp 320 juta untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah rumah ibadah di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Teknologi - 19 Maret 2019 11:48:11 wib

Kaspersky Lab: 116,5 Juta Serangan Malware Sasar Perangkat Mobile

Kaspersky Lab mencatat ada 116,5 juta serangan malware di perangkat mobile pada tahun 2018. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan periode 2017 yang jumlahnya 66,4 juta. Dalam daftar itu, Indonesia menempati
Gadget - 19 Maret 2019 11:18:10 wib

OPPO Rilis ColorOS 6 dengan Berbagai Fitur Baru

OPPO resmi mengenalkan versi terbaru dari platform ponsel cerdasnya  ColorOS 6. User interface itu sudah ada pada Realme 3, OPPO F11 dan Oppo F11 Pro, yang membawa beberapa fitur peningkatan kinerja dan performa
Hukum - 19 Maret 2019 11:10:41 wib

Eksepsi Ratna Sarumpaet Ditolak, Sidang Kasus Hoak berlanjut

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak eksepsi atau nota keberatan yang dilayangkan oleh kuasa hukum terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet. Dengan penolakan ini, sidang
Sepakbola - 19 Maret 2019 10:25:14 wib

Gareth Bale Ingin Hengkang dari Real Madrid

Gareth Bale disebut berniat untuk pindah dari Real Madrid pada akhir musim, seiring rencana proyek besar yang bakal dijalankan Real Madrid. Setelah Zinedine Zidane kembali, Los Blancos memang disebut bakal melakukan
Politik - 19 Maret 2019 10:22:51 wib

Ini alasan Erwin Aksa pilih dukung Prabowo-Sandi

Wakil sekretaris jenderal Partai Golkar, Erwin Aksa, akhirnya berterus terang menyatakan dukungannya terhadap pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Erwin buka-bukaan terkait pilihannya
Politik - 19 Maret 2019 10:20:53 wib

Mengaku Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Nyatakan Non-aktif di Golkar

Kehadiran wakil sekretaris jenderal Partai Golkar, Erwin Aksa, dalam acara debat calon wakil presiden yang berlangsung di Hotel Sultan, Minggu (17/3) kemarin menuai polemik. Tidak sedikit rekan separtai bereaksi keras
Gadget - 19 Maret 2019 09:53:13 wib

Xiaomi Persembahkan Black Shark 2

Menyusul beberapa kebocoran, akhirnya Xiaomi secara resmi mengenalkan Black Shark 2. Ini adalah handphone gaming ketiga dalam keluarga Black Shark. Sebelumnya sudah beredar Black Shark dan Black Shark Helo. Dalam hal
Gadget - 18 Maret 2019 15:06:04 wib

2018, Penjualan Smartphone Huawei Dekati Samsung

Huawei memperpendek jarak dengan Samsung dalam penjualan perangkat smartphone di pasaran global pada 2018, demikian laporan perusahaan riset Strategy Analytics. Mengutip Kantor Berita Yonhap, Senin (18/03) penjualan
Teknologi - 18 Maret 2019 14:49:20 wib

Facebook Klaim Delete 1,5 Juta Video Serangan Teroris

Facebook mengklaim telah mendelete atau menghapus 1,5 juta video terkait serangan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru dalam 24 jam setelah peristiwa itu pada Jumat (15/3/2019). "Pada 24 jam pertama, kami
Teknologi - 18 Maret 2019 14:13:53 wib

Tips Bersihkan Layar Laptop

Layar laptop rentan jadi sarang debu, bekas sentuhan jari, remah-remah makanan bahkan bagi pengguna laptop yang perokok maka ceoat sekali menjadi kotor akibat debu rokok yang menyebar cepat. Karenanya layar laptop harus
UKM - 18 Maret 2019 13:40:34 wib

999 UMKM di Blitar Siap Go Online

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus tumbuh di Indonesia. Bukan hanya di kota besar seperti DKI Jakarta atau Surabaya, potensi besar juga hadir Blitar. Menangkap euforia masyarakat di sana untuk berwirausaha,
Jakarta - 18 Maret 2019 12:19:59 wib

Dua Mobil Tangki Pertamina Dibajak & Diparkir di Lokasi Aksi Demo

Dua mobil tangki PT Pertamina dibajak dan dilarikan orang tak dikenal menuju Istana Negara, Jakarta, pada Senin (18/3) pukul 05.00 WIB pagi tadi. Dua pengemudi mobil tangki berukuran 32 kiloliter itu, Muslih bin Engkon
Sepakbola - 18 Maret 2019 11:57:39 wib

Alami Kekalahan Perdana, Kedigdayaan Juventus Rontok

JUVENTUS menyerah 0-2 dari Genoa pada laga pekan ke-28. Genoa berhasil membukukan 2 gol lewat Stefano Sturaro pada menit 72 dan 9 menit berselang gol ditorehkan Goran Pandev. Bagi Juventus kekalahan perdana musim ini
Teknologi - 18 Maret 2019 11:27:26 wib

Snap Rencana Luncurkan Platform Game

Snap rencana meluncurkan platform game untuk aplikasi media sosialnya. Peluncuran itu pada April 2019. Platform ini diberi nama Project Cognac. Game yang dikembangkan secara eksternal ini akan berfungsi di dalam
UKM - 18 Maret 2019 11:22:33 wib

Jamkrido Inisiasi Aplikasi UMKM Layak

Dalam upaya mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah Perum Jamkrindo memperkenalkan platform marketplace guarantee (MPG) bernama aplikasi UMKM Layak. Aplikasi yang dapat diakses melalui laman umkmlayak.co.id
Ayoo Memilih - 18 Maret 2019 10:55:08 wib

Penampilan Cawapres Maruf Amin Jawab Keraguan Publik

Cawapres Nomer urut Satu, KH Maruf Amin memberikan kejutan dan sukses membuat kagum penonton yang hadir dalam debat cawapres di Hotel Sultan, DKI Jakarta, Minggu (17/3) malam. Bahkan, penampilan pasangan Joko Widodo
Gadget - 18 Maret 2019 10:41:24 wib

3 Kamera Belakang Hiasi iPhone 2019

Rumor terkait generasi terbaru iPhone yang bakal meluncur tahun 2019 sudah mulai bermunculan. iPhone lansiran 2019 kemungkinan bakal hadir dalam tiga model, seperti iPhone XS, XS Max, dan XR tahun lalu. Mengutip
Teknologi - 18 Maret 2019 10:03:22 wib

Pendiri WhatsApp Ajak Hapus Facebook

Pendiri WhatsApp, Brian Acton mengajak para pengguna Facebook untuk menghapus akun mereka. Acton membeberkan alasan mengapa dia memutuskan untuk meninggalkan Facebook setelah sebelumnya menjual WhatsApp ke raksasa
Teknologi - 18 Maret 2019 09:40:18 wib

Menteri Rudiantara: Google Siap Terima Transaksi Rupiah

Pemerintah mendorong, perusahaan aplikasi internet asing yang mengumpulkan transaksi bisnis dari Indonesia segera membangun resmi badan hukum. Selain memudahkan layanan pelanggan, keberadaan badan hukum Indonesia akan
Sepakbola - 18 Maret 2019 09:33:40 wib

Hattrick Messi Tenggelamkan Real Betis

Lionel Messi tampil luar biasa. Mampu mencetak Hattrick ke gawang Real Betis membawa Barcelona menang telak 4-1 dalam laga lanjutan Liga Spanyol di Benito Villamarín, Senin (18/3/2019) dinihari.   Ketiga
Nasional - 18 Maret 2019 09:22:23 wib

Presiden Jokowi: Utamakan Evakuasi Korban Banjir Bandang di Sentani

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban banjir bandang yang menerjang Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (16/9) malam, yang telah mengakibatkan lebih 50 orang meninggal
Australia - 15 Maret 2019 22:14:44 wib

Tragedi Penembakan 2 Masjid, GM Kosgoro Desak Kemenlu Kirim Nota Protes ke NZ

Aksi terorisme yang berlangsung di 2 Masjid di Christchurt, New Zealand telah menyebabkan 49 orang merenggang nyawa. Aparat keamanan sendiri mengaku telah menangkap empat orang yang terdiri dari tiga pria dan seorang