Kebutuhan Kredit Rp 800 T Belum Tersentuh Lembaga Keuangan

Kebutuhan Kredit Rp 800 T Belum Tersentuh Lembaga Keuangan

Endy Purwanto
11 Oktober 2017
Share Via

PT Investree Radhika Jaya mengungkapkan terdapat potensi kredit senilai Rp 800 triliun yang belum tersentuh oleh lembaga keuangan. Hal itu menjadi kesempatan besar bagi lembaga teknologi finansial untuk masuk dan menyalurkan dananya untuk memenuhi kebutuhan kredit tersebut.

Chief Executive Officer (CEO) lnvestree Adrian Gunadi keberadaan lembaga fintech diyakini dapat menjadi solusi pemenuhan kebutuhan kredit dan pembiayaan yang tidak tersentuh lembaga keuangan. "Ada Rp 800 triliun akses pembiayaan yang belum bisa disentuh lembaga keuangan di Indonesia," katanya di Jakarta, Rabu (11/10).

Dijelaskan, pertumbuhan industri fintech terbukti mampu meningkatkan akses masyarakat ke lembaga keuangan. Fintech menjadi sangat potensial mengingat banyak orang menyasar fintech untuk mendapatkan kredit atau pembiayaan karena terbatasnya akses keuangan.

Terbatasnya inklusi keuangan merupakan peluang bagi perusahaan keuangan berbasis digital. Adrian menilai sejauh ini lembaga keuangan mengalami kesulitan memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan kredit dan pembiayaan.

"Melalui fintech, pemenuhan kebutuhan pembiayaan bisa mencapai sampai ke pelosok daerah. Lembaga fintech mampu mengatasi keterbatasan itu," tutupnya.

Ditambahkan, sebelum bank melakukan transformasi layanan berbasis digital, perlu menguatkan infrastruktur IT. Hal tersebut diakuinya sudah banyak dilakukan oleh banyak bank saat ini. Langkah itu dilakukan agar tidak tertinggal dengan para kompetitornya.

Ekonom A Prasetyantoko menambahkan layanan keuangan yang mengedepankan Financial Technology atau Fintech sudah berkembang dengan begitu masifnya. Bahkan, layanan tersebut sudah menjelma menjadi sebuah industri keuangan yang masuk dalam segmen keuangan digital.

Saat ini bukanlah keadaan dimana lembaga keuangan lainnya menerima atau menolak industri Fintech. Terlebih bagi sektor perbankan, karena bukan tidak mungkin, kedepan peran Fintech lebih mendominasi dibandingkan perbankan untuk hal pendanaan. "Fintech sudah tidak bisa lagi ditolak, perkembangan teknologi sudah sangat cepat," katanya

Menurut data Statista, nilai transaksi Fintech pada tahun 2016 sudah mencapai 18,64 miliar dolar AS. Salah satu contoh lembaga perbankan yang sudah bersiap menghadapi gempuran Fintech adalah BTPN. Melalui produk Jenius miliknya setiap nasabah tidak perlu datang ke bank untuk membuka tabungan. (WEO)

Tags: Fintech,

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

Berikan komentar terkait berita ini

BERITA LAINNYA

Jakarta - 26 Juli 2021 13:11:01 wib

PPKM Diperpanjang hingga Agustus 2021; Toko di Mal Bebas PPN Periode Juni

Pemerintah menjanjikan insentif baru pasca perpanjangan PPKM Level 4. Salah satunya yaitu pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sewa toko di mal atau pusat perbelanjaan untuk Juni hingga Agustus
Sehat - 26 Juli 2021 12:54:41 wib

Rumah Oksigen Akan Beroperasi; 4 Sebab Kematian Covid Tinggi

Ayooberita.com - Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Ahad siang, 25 Juli 2021, dimulai dari tinjauan langsung Presiden Jokowi ke Rumah Oksigen Gotong Royong di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Berikutnya ada berita
Hukum - 20 Mei 2021 13:16:21 wib

Megawati : Saya dan Pak Jokowi sama-sama prihatin bagaimana kedisiplinan terhadap prokes menurun

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melakukan halal bihalal secara virtual dengan  pengurus partai dan organisasi sayap partai dari seluruh Indonesia, Rabu (19/5/2021). Sejumlah pesan
Hukum - 20 Mei 2021 13:10:13 wib

Jokowi : Tantangan Ruang Digital Semakin Besar Dikarenakan Kejahatan Ruang Digital Terus Meningkat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa tantangan di ruang digital saat ini semakin besar. Konten konten negatif terus bermunculan dan meningkat.  Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutan
Jakarta - 10 Agustus 2020 14:38:42 wib

Penerapan Ahklak dan Etika Dalam Kehidupan Sehari-hari

PENERAPAN AHLAK DAN ETIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI oleh: Shindi Elisa 201712579039 - YG Pengertian Ahlak dan Etika Jika kita lihat dari perkembangan zaman yang sekaran lebih berkembang ya? Perkembangan zaman
Daerah - 15 Juli 2020 20:56:05 wib

Mengenal Kubah Masjid di Indonesia

Kota Depok dan Masjid Kubah Emas menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan, masjid Kubah Emas atau Masjid Dian Al Mahri menjadi ikon bagi kota tersebut. Pendiri sekaligus pemilik masjid ini bernama Dian
Korporat - 31 Maret 2020 11:54:28 wib

Airmas Group Bantu Tim Medis dan Pemerintah Lawan Covid-19

Penyebaran virus Corona di Indonesia semakin memprihatinkan, setidaknya hingga hari ini sudah lebih dari seribu orang dinyatakan terjangkit virus tersebut, dan angka penderita yang meninggal dunia telah
Hipmi - 17 Februari 2020 12:25:52 wib

Ini Rahasia Jadi Pengusaha Kuat di Era Globalisasi

Memilih untuk menjadi pengusaha bukan perkara mudah, selain harus terus berinovasi agar produk tetap berkualitas, juga harus memikirkan nasib karyawan yang bekerja kepada perusahaan tersebut. Wakil Ketua Umum Kamar
Hipmi - 16 Februari 2020 12:12:15 wib

HIPMI Dukung APNI Perjuangkan Kesejahteraan Penambang Nikel

Larangan ekspor bijih nikel yang diberlakukan pada 1 Januari 2020 membuat penambang nikel dalam negeri berada dalam kondisi mati suri. Kondisi ini terjadi akibat rendahnya harga jual bijih nikel domestik, yang dimana
Gadget - 30 Januari 2020 18:14:58 wib

4 Alasan Mengapa Sebaiknya Anda Tidak Pernah Membeli Follower

Apakah Anda termasuk satu dari mereka yang terburu- buru untuk meningkatkan jumlah follower Anda di social media?