Penerapan Ahklak dan Etika Dalam Kehidupan Sehari-hari

Penerapan Ahklak dan Etika Dalam Kehidupan Sehari-hari

Yulistyo Pratomo
10 Agustus 2020
Share Via

PENERAPAN AHLAK DAN ETIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
oleh: Shindi Elisa 201712579039 - YG

Pengertian Ahlak dan Etika

Jika kita lihat dari perkembangan zaman yang sekaran lebih berkembang ya? Perkembangan zaman yang kekinian ini menyebabkan banyak perubahan-perubahan di bidang pemerintahan maupun pendidikan. Tetapi dibalik perkembangan zaman saat ini, para pemuda zaman now semakin hilang dalam hal beretika dan juga moral.

Dalam hal ini, pemuda zaman sekarang semakin menjadi-jadi karena keegoisannya dalam meraih impiannya sehingga tidak memperhatikan orang lain disekelilingnya.

Kata "moralitas" berasal dari kata Latin moralitas yang berarti "sikap, karakter, dan perilaku yang pantas". Moralitas umumnya mengacu pada kode perilaku, yang dipegang individu, kelompok, atau masyarakat sebagai yang berwenang, dalam membedakan benar dan salah. Kode etik yang ideal seperti itu sering dianut dalam preferensi terhadap alternatif lain. Sedangkan Etika adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai  atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep sepert ibenar,salah,baik,buruk,dan tanggung jawab.

Islam sebagai cara hidup yang komprehensif meliputi sistem moral yang lengkap yang merupakan aspek penting dari pandangan dunianya. Kita hidup di zaman di mana kebaikan dan kejahatan sering dipandang sebagai konsep relatif. Namun, Islam berpendapat bahwa posisi moral tidak relatif, dan sebaliknya, mendefinisikan standar universal dimana tindakan dapat dianggap moral atau tidak bermoral.

Moralitas dalam Islam itu membahas setiap aspek kehidupan seorang Muslim, dari salam hingga hubungan internasional, dan penerapannya.

Seorang Muslim diharapkan tidak hanya berbudi luhur, tetapi juga memerintahkan kebajikan. Dia tidak hanya harus menahan diri dari kejahatan, tetapi juga harus secara aktif terlibat dalam meminta orang untuk menghindari kejahatan. 

Nabi Muhammad SAW merangkum tingkah laku seorang Muslim dengan beberapa perintah yaitu untuk tetap sadar akan Tuhan, baik secara pribadi maupun di tempat umum, untuk berbicara secara adil ketika marah atau senang, untuk menunjukkan kesederhanaan baik ketika miskin maupun ketika kaya, untuk menyatukan kembali persahabatan dengan mereka yang telah putus, untuk memberi kepadanya yang sudah menolakku, bahwa penampilanku harus menjadi peringatan,dan bahwa saya harus memerintahkan apa yang benar.
 
Penerapan Etika dan Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari

A. Etika dan Akhlak Ketika Berbeda Pendapat

1)Ikhlas dan mencari yang haq serta melepaskan diri dari nafsu di saat berbeda pendapat

2)Juga menghindari sikap show (ingin tampil) dan membela diri dan nafsu.

3)Mengembalikan  perkara  yang  diperselisihkan  kepada  Kitab  Al-Qur'an  dan Sunnah.  Karena  Allah  Subhaanahu  wa  Ta'ala  telah  berfirman  yang  artinya: "Dan  jika  kamu  berselisih  pendapat tentang  sesuatu  maka  kembalikanlah  ia kepada Allah (Kitab) dan Rasul". (An-Nisa: 59)

4)Berbaik  sangka  kepada  orang  yang  berbeda  pendapat  denganmu  dan  tidak menuduh buruk niatnya, mencela dan menganggapnya cacat

5)Sebisa  mungkin  berusaha  untuk  tidak  memperuncing  perselisihan,  yaitu dengan   cara   menafsirkan   pendapat   yang   keluar   dari   lawan   atau   yang dinisbatkan kepadanya dengan tafsiran yang baik

6)Berusaha sebisa mungkin untuk tidak mudah menyalahkan orang lain, kecuali sesudah penelitian yang dalam dan difikirkan secara matang. Berlapang dada di dalam menerima kritikan yang ditujukan kepada anda atau catatan-catatang yang dialamatkan kepada Anda

7)Sedapat  mungkin  menghindari  permasalahan-permasalahan  khilafiyah  dan fitnah

8)Berpegang   teguh   dengan   etika   berdialog   dan   menghindari   perdebatan, bantah membantah


B. Etika dan Akhlak Ketika Bercanda

1) Hendaknya percandaan tidak mengandung nama Allah, ayat-ayat-Nya, Sunnah rasul-Nya atau syi`ar-syi`ar Islam. Karena Allah telah berfirman tentang  orang-orang yang memperolok-olokan shahabat Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam, yang ahli baca al-Quran yang artinya: "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab: "Sesungguh-nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja".

2) Dan hendaknya pecanda tidak mengada-ada cerita-cerita khayalan supaya orang lain tertawa. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. Celakalah baginya dan celakalah". (HR. Ahmad  dan dinilai hasan oleh Al-Albani)

3) Hendaknya percandaan tidak mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang di antara manusia. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah seorang di antara kamu mengambil barang temannya apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh; dan jika ia telah mengambil tongkat temannya, maka ia harus mengembalikannya kepadanya". (HR. Ahmad dan Abu Daud; dinilai hasan oleh Al-Albani).

4) Bercanda tidak boleh dilakukan terhadap orang yang lebih tua darimu, atau terhadap orang yang tidak bisa bercanda atau tidak dapat menerimanya, atau terhadap perempuan yang bukan mahrammu.

6) Hendaknya anda tidak memperbanyak canda hingga menjadi tabiatmu, dan jatuhlah wibawamu dan akibatnya kamu mudah dipermainkan oleh orang lain.

C. Etika dan Akhlak Ketika Bergaul dengan Orang Lain

1) Hormati perasaan orang lain, tidak mencoba menghina atau menilai mereka cacat.

2) Jaga dan perhatikanlah kondisi orang, kenalilah karakter dan akhlaq mereka, lalu pergaulilah mereka, masing-masing menurut apa yang sepantasnya.

3) Mendudukkan orang lain pada kedudukannya dan masing-masing dari mereka diberi hak dan dihargai

4) Perhatikanlah mereka, kenalilah keadaan dan kondisi mereka, dan tanyakanlah keadaan mereka.

5) Bersikap tawadhu'lah kepada orang lain dan jangan merasa lebih tinggi atau takabbur dan bersikap angkuh terhadap mereka.

D. Etika dan akhlak ketika berbicara

1) Hendaknya pembicaran selalu di dalam kebaikan. Allah Subhaanahu wa Taala berfirman yang artinya: "Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia". (An-Nisa: 114)”

2) Hendaknya pembicaran dengan suara yang dapat didengar, tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu rendah, ungkapannya jelas dapat difahami  oleh semua orang dan tidak dibuat-buat atau dipaksa-paksakan.

3) Jangan membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagimu. Hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam menyatakan: "Termasuk kebaikan Islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna". (HR.  Ahmad dan Ibnu Majah).

4) Janganlah kamu membicarakan semua apa yang kamu dengar. Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu di dalam hadisnya menuturkan: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar". (HR. Muslim)

5) Menghindari perdebatan dan saling membantah, sekali-pun kamu berada di pihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda. 

E. Etika dan akhlak ketika menjenguk orang sakit

1) Untuk orang yang berkunjung (menjenguk)

a) Hendaknya tidak lama di dalam berkunjung, dan mencari waktu yang tepat untuk berkunjung, dan hendaknya tidak menyusahkan si sakit, bahkan berupaya untuk menghibur dan membahagiakannya.

b) Hendaknya mendekat kepada si sakit dan menanyakan keadaan dan penyakit yang dirasakannya, seperti mengata-kan: “Bagaimana kamu rasakan keadaanmu?”.

c) Mendoakan semoga cepat sembuh, dibelaskasihi Allah, selamat dan disehatkan.

d) Mengusap si sakit dengan tangan kanannya, dan berdoa: “Hilangkanlah kesengsaraan (penyakitnya) wahai Tuhan bagi manusia, sembuhkanlah, Engkau  Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit”. (Muttafaq’alaih).

e) Mengingatkan si sakit untuk bersabar atas taqdir Allah Subhanahu wa Ta'ala dan jangan mengatakan “tidak akan cepat sembuh”, dan hendaknya tidak mengharapkan kematiannya sekalipun penyakitnyasudah kronis.

f) Hendaknya mentalkinkan kalimat Syahadat bila ajalnya akan tiba, memejamkan kedua matanya dan  mendoakannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “Talkinlah orang yang akan meninggal di antara kamu “La ilaha illallah”. (HR. Muslim).

2) Untuk orang yang sakit

a) Hendaknya segera bertobat dan bersungguh-sungguh beramal shalih

b) Berbaik sangka kepada Allah, dan selalu mengingat bahwa ia sesungguhnya adalah makhluk yang lemah di antara makhluk Allah lainnya, dan bahwa

c) Hendaknya cepat meminta kehalalan atas kezhaliman-kezhaliman yang dilakukan olehnya, dan segera mem-bayar/menunaikan hak-hak dan kewajiban  kepada pemiliknya, dan menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya

Kesimpulan

Etika menurut filsafat dapat disebut sebagai ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran. Akhlak adalah hal yang terpenting dalam kehidupan manusia karena akhlak mencakup segala pengertian tingkah laku, tabi'at, perangai, karakter manusia yang baik maupun yang buruk dalam hubungannya dengan Khaliq atau dengan sesama makhluk. Kedua hal tersebut (etika dan akhlak) merupakan hal yang paling penting dalam pembentukan akhlakul karimah seorang manusia. Dan manusia yang paling baik budi pekertinya adalah Rasulullah SAW Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu seorang sahabat yang mulia menyatakan: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik budi pekertinya.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Tags:

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?