Waspada, Jerat Fintech Ilegal Masih Menghantui

Endy Purwanto
24 Juli 2019
Share Via

Agus Putra Prasetiawan masih ingat betul bagaimana malunya ketika  masalah utangnya ke sebuah perusahaan fintech tersebar luas ke banyak teman kantornya pada pertengahan Mei 2019. Kekagetannya dimulai saat itu ia ditanya kepala manager HRD di kantornya. Bukan soal kerjaan, namun dia ditanya perihal tagihan pinjaman online. "Pada saat itu saya merasa malu," kata pria yang biasa disapa Pras.

Pria berumur 30 tahun makin malu ketika ada 3 orang temannya juga diteror penagih utang dari fintech, tempat dia meminjam uang. Seluruh SMS dari PT Youang memberitahu kepada empat nomor tersebut, bahwa Pras memiliki utang yang harus segera dibayar.

Pras memang mengajukan pinjaman pada perusahaan financial technology atau fintech peer-to-peer lending itu, sebesar Rp 1 juta pada awal Mei 2019. Dari pengajuan itu, dia mendapatkan transfer pinjaman sebesar Rp 823 ribu. Sedangkan dia harus mengembalikan lebih dari Rp 1,4 juta dengan batas waktu 14 hari dari waktu pengajuan.

Pada hari H lewat beberapa jam kemudian, Pras memenuhi kewajibannya. Namun tetap dia terbilang telat karena sudah lewat dari hari yang ditentukan. Karena keterlambatan itu, SMS dikirimkan ke sejumlah kolega itu berisi pemberitahuan dan permintaan bantuan agar Pras diingatkan untuk membayar utangnya.

"Karena apabila beliau tidak melunaskan tagihannya di waktu yang telah ditetapkan, sistem secara otomatis akan membagikan video perjanjian beliau ke seluruh kontak beliau, dan data beliau akan diproses oleh pihak bank," tulis SMS yang diterima empat rekan Pras.

Pras bercerita awalnya berani mengajukan pinjaman itu berawal dari SMS mengenai pinjaman cepat yang ia terima dari PT Youang. Dalam SMS itu, jika ingin meminjam harus masuk ke aplikasi dengan syarat seluruh nomor di kontak telepon genggamnya boleh diakses PT itu.

Sebelum mengajukan pinjaman, Pras mengaku sudah mengecek nama fintech itu di Playstore dan hasilnya tidak ada. "Saya sempat denger sih kalau di Playstore tidak ada, itu berarti fintech ilegal. Namun, akhirnya tetap saya coba tetap, karena saat itu lagi kepepet banget," ujarnya.

Teror kepada orang di sekitar peminjam uang dari fintech seperti yang dialami Pras beragam macamnya. Lain lagi cerita Yuliana Indriati yang syok berat dengan kelakuan para penagih utang dari aplikasi fintech Incash.

Sejak kemarin, Selasa, 23 Juli 2019, poster wajah Yuliana Indrati tersebar luas di sejumlah media sosial. Di poster itu terlihat foto wanita yang mengenakan kaos putih bergaris horisontal hitam dengan tulisan di bawah foto.

Di bawah foto itu terdapat tulisan nama lengkap Yuliana Indriati dan nama keluarga Kristina. "Dengan ini saya menyatakan bahwa saya rela digilir seharga Rp 1.054.000 untuk melunasi hutang saya di aplikasi INCASH. Dijamin puas," seperti dikutip dari tulisan di bawah foto Yuliana.

Di dalam poster itu juga tercantum nomor ponsel Yuliana. Poster itu dibuat oleh fintech ilegal yang memberikan pinjaman. "Saya ditekan oleh pemberi pinjaman online. Saya malu, stress," kata Yuliana

Yuliana bercerita, awalnya ia meminjam di aplikasi Incash. Dia meminjam Rp 1 juta, namun hanya terima Rp 650 ribu. Pada tanggal jatuh tempo, Yuliana belum bisa membayar. "Telat dua hari saya diancam dan diintimidasi sampai kemarin," kata Yuliana.

Dia mengatakan poster tersebut sudah tersebar ke kontak teman-temannya yang ada di nomor ponselnya. Menindaklanjuti hal itu, Yuliana segera melaporkan fintech tersebut kepada lembaga bantuan hukum.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan, Tongam L. Tobing mengatakan saat ini sangat banyak modus yang digunakan fintech peer to peer lending ilegal untuk menggaet calon peminjam.

Jika sebelumnya penawaran pinjaman online masih melalui aplikasi Appstore atau Playstore. Kemudian saat ini berkembang melalui SMS dan media sosial seperti Instagram dan Facebook. Tak jarang, para agen pemasaran pinjaman online itu bertemu langsung menawarkan kepada calon peminjam.

"Paling banyak masih melalui aplikasi Playstore. Penawaran fintech lending melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram juga SMS diperkirakan masih sekitar 5 persen dari total 1.087 fintech ilegal" kata Tongam saat dihubungi, Sabtu, 20 Juli 2019.

Menurut Tongam, fintech ilegal biasanya hanya memberi syarat yang sangat mudah untuk para calon debitor seperti fotokopi KTP, dan foto diri. Namun, para calon peminjam uang  harus mengizinkan semua dokumen kontak peminjam yang ada di HP bisa diakses oleh pemberi pinjaman.

Padahal, kata Tongam, dalam aturan OJK, fintech yang legal tidak bisa melakukan itu. "Yang legal itu hanya bisa mengakses tiga hal, pertama suara, lokasi dan gama yang punya kaitan erat dengan penilaian pinjaman itu," ujarnya.

Agresivitas para pemberi jasa pinjaman online dengan metode menggaet calon peminjam gampang terlihat di media sosial. Dengan tagar atau hastag #pinjamanonline, seseorang dapat langsung menemukan 274 ribu unggahan di media sosial Instagram.

Hampir seluruh dari akun-akun pemberi pinjaman itu menawarkan pinjaman dengan cepat dan mudah, bahkan di antaranya ada yang mengklaim sudah terdaftar di OJK. Setelah dicek, ternyata belum terdaftar, contohnya seperti PT KSP Sejahtera Bersama.

Metode penawaran pinjaman online melalui SMS juga pernah Aryo Prasojo dapatkan. Mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi itu, mengunggah SMS tawaran pinjaman online di akun Instagram-nya karena geram.

Menurut Aryo, SMS tawaran itu datang bertubi-tubi hampir setiap hari. "Sudah beberapa bulan ini sejak marak pinjaman online. Padahal tidak pernah pinjam-pinjam gitu," kata Aryo saat dihubungi, Jumat, 19 Juli 2019.

Ada juga Dias Prasongko yang pernah menerima pesan singkat tagihan pinjaman online temannya. Namun, saat dikonfirmasi, ternyata temannya tidak meminjam. "Nomor WhatsApp dia dibajak, terus dia gak bisa login," kata dia.

Soal larangan akses nomor kontak oleh OJK juga disebutkan oleh Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia atau AFPI, Sunu Widyatmoko. Fintech legal hanya boleh mengakses kamera, lokasi, dan microphone.

"Kalau ada fintech lending yang mengakses kontak, sudah pasti itu adalah ilegal. Kalau itu fintech legal, langsung laporkan ke OJK dan APFI, langsung kami proses," kata Sunu saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa 16 Juli 2019.

Saat ini, OJK dan asosiasi sedang mencari bentuk format untuk bisa mengakses data lain, tapi tidak boleh data kontak. Format itu akan digunakan agar ada sistem punishment bagi yang melanggar.

Pasalnya, kata Sunu, kalangan industri fintech yang berisi 113 anggota selama ini juga membutuhkan akses data dan mekanisme khusus untuk memberi sistem penalti bagi nasabah yang tak tertib. "Harus ada sistem penalty yang membuat efek jera."

Dia mengatakan fintech legal memiliki batas maksimum selisih total biaya ke peminjam, yaitu 0,8 persen per hari. Total biaya pinjaman itu, di dalamnya termasuk bunga, biaya administrasi, dan biaya lainnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan saat ini dari 113 penyelenggara fintech peer to peer lending terdaftar dan berizin, 107 di antaranya berbentuk konvesional dan 6 syariah. "Dari jumlah itu, akumulasi pinjaman fintech sebesar Rp 41,04 triliun (hingga Mei 2019)," kata Wimboh dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat di kompleks parlemen akhir Juni lalu.

Wimboh mengatakan jumlah peminjam hingga 25 Juni 2019 sebanyak 8,7 juta. Angka itu menunjukkan peningkatan 100,7 persen secara year to date. Sedangkan jumlah pemberi pinjaman tercatat sebanyak 456 ribu, atau melonjak 119,9 persen year to date.

Dari data Satgas Waspada Investasi, pada 2018 terdapat 404 entitas fintech peer to peer lending ilegal dan 108 entitas investasi legal. Dari 108 itu, 39 di bidang forex atau future trading, 34 MLM tanpa izin, dan 19 cryptocurrency.

Sedangkan 2019 terdapat 683 fintech peer to peer lending ilegal dan 163 investasi ilegal. Jumlah 163 itu terdiri dari 116 forex, 12 MLM, 5 cryptocurrency, 9 investasi uang dan 21 lainnya. Adapun dari 2018 hingga 2019, Satuan Waspada Investasi telah menghentikan 1.087 entitas fintech peer to peer lending ilegal.

Meski tak sedikit fintech ilegal yang ditutup, pengaduan konsumen ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia dari waktu ke waktu tak lantas menyusut. Kepala Staf Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI Rio Priambodo mengatakan pengaduan konsumen pinjaman online dari Januari hingga Juni 2019 sebanyak 41. Menurut dia, karakterisktik pengaduan yang diadukan konsumen mengenai cara penagihan, suku bunga, dan denda keterlambatan.

Sepanjang 2018 ada sebanyak 81 pengaduan soal pinjaman online di YLKI. Pengaduan tahun lalu terdiri dari, 26 soal cara penagihan, 23 pengalihan kontak, 23 suku bunga tinggi, dan 9 pengaduan lainnya. Lemahya literasi konsumen terhadap fintech merupakan salah satu faktor penyebab masih banyaknya pengaduan di YLKI. Konsumen tidak mengetahui secara pasti besaran bunga dan denda yang dikenakan.

“Akibatnya setelah peminjaman berjalan, utang yang ditagihkan konsumen sangat besar yang menyebabkan konsumen gagal bayar dan pelaku usaha melakukan penagihan dengan cara menggunakan akses kontak yang ada di HP konsumen," ujar Rio.

Rio mendesak agar segera dibuat Undang-undang Perlindungan Data Pribadi agar dapat mengakomodir permasalahan pengalihan kontak konsumen terhadap pelaku usaha. Selain itu agar ada sanksi yang tegas mengatur apabila terjadi penyalahgunaan data pribadi.

Kedua, perlu peran OJK untuk mengawasi praktik fintech legal maupun ilegal. Rio menilai OJK juga harus mengawasi pelaku usaha dalam penetapan suku bunga. "Jangan sampai terlalu tinggi yang dapat menyebabkan konsumen mengalami gagal bayar," ucapnya.

OJK juga tak henti-hentinya memberikan tips agar masyarakat tak terjerat fintech ilegal. Pertama, hanya meminjam dana pada fintech yang terdaftar di OJK. Kedua, masyarakat meminjam sesuai kebutuhan dan seusai kemampuan membayar.

"Jangan meminjam besar pasak daripada tiang nanti. Jangan coba-coba," ujar Tongam. Ketiga, masyarakat sebelum meminjam ke fintech, harus memahami dulu syarat dan ketentuannya soal kewajiban seperti apa, fee, bunga, dan dendanya. (Tempo/End)

Tags: Fintech,

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

Berikan komentar terkait berita ini

BERITA LAINNYA

Daerah - 15 Juli 2020 20:56:05 wib

Mengenal Kubah Masjid di Indonesia

Kota Depok dan Masjid Kubah Emas menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan, masjid Kubah Emas atau Masjid Dian Al Mahri menjadi ikon bagi kota tersebut. Pendiri sekaligus pemilik masjid ini bernama Dian
Korporat - 31 Maret 2020 11:54:28 wib

Airmas Group Bantu Tim Medis dan Pemerintah Lawan Covid-19

Penyebaran virus Corona di Indonesia semakin memprihatinkan, setidaknya hingga hari ini sudah lebih dari seribu orang dinyatakan terjangkit virus tersebut, dan angka penderita yang meninggal dunia telah
Hipmi - 17 Februari 2020 12:25:52 wib

Ini Rahasia Jadi Pengusaha Kuat di Era Globalisasi

Memilih untuk menjadi pengusaha bukan perkara mudah, selain harus terus berinovasi agar produk tetap berkualitas, juga harus memikirkan nasib karyawan yang bekerja kepada perusahaan tersebut. Wakil Ketua Umum Kamar
Hipmi - 16 Februari 2020 12:12:15 wib

HIPMI Dukung APNI Perjuangkan Kesejahteraan Penambang Nikel

Larangan ekspor bijih nikel yang diberlakukan pada 1 Januari 2020 membuat penambang nikel dalam negeri berada dalam kondisi mati suri. Kondisi ini terjadi akibat rendahnya harga jual bijih nikel domestik, yang dimana
Gadget - 30 Januari 2020 18:14:58 wib

4 Alasan Mengapa Sebaiknya Anda Tidak Pernah Membeli Follower

Apakah Anda termasuk satu dari mereka yang terburu- buru untuk meningkatkan jumlah follower Anda di social media? Memang sih kalau followernya sedikit itu nggak seru.. kurang enak untuk dilihat. Tapi coba deh jawab dulu
Wisata - 26 Desember 2019 17:52:55 wib

Gerhana Matahari Cincin Jadi Daya Tarik Wisatawan Asing

FENOMENA alam gerhana matahari cincin yang melintas di langit Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara (Wisman) di penghujung 2019. Dengan antusias turis asing menyaksikan dengan
Sepakbola - 26 Desember 2019 17:51:08 wib

Juventus Buka Peluang Pulangkan Pogba

Juventus disebut tengah membidik sejumlah pemain untuk meningkatkan level kompetitif mereka. Si Nyonya menyadari butuh tambahan pemain usai kalah di Supercoppa Italiana dan tertinggal dari Inter Milan di Serie A.
Pajak - 26 Desember 2019 16:45:25 wib

Netflix & Spotify Terancam Denda Jika Tak Bayar Pajak

Perusahaan teknologi over the top (OTT), seperti Netflix dan Spotify terancam sanksi apabila tidak membayar pajak di Indonesia. Pemerintah menegaskan akan memburu pajak perusahaan-perusahaan tersebut melalui
Makro - 26 Desember 2019 15:10:06 wib

Studi: 2020, Gaji Karyawan Indonesia Naik 8,7%

Sebuah studi tahunan bertajuk 'Total Remuneration Survey 2019' yang dirilis oleh perusahaan konsultan Mercer Indonesia memprediksi ada kenaikan gaji karyawan sebesar 8,7% pada 2020. Studi 'Total Remuneration
Gadget - 26 Desember 2019 14:44:52 wib

Sony Xperia Diklaim Mirip Galaxy Note 10

Saat produsen lain sudah menerapkan desain smartphone dengan layar tanpa bingkai dan desain lubang untuk kamera depan, Sony Mobile justru baru mulai bersiap merilis perangkat dengan desain kekinian tersebut. Dengan lini
Sepakbola - 26 Desember 2019 14:37:42 wib

The Gunners Bertekad Curi 3 Poin dari Bournemouth

Arsenal akan melakoni laga tandang ke markas Bournemouth, Dean Court, pada lanjutan pekan ke-19 Liga Premier Inggris, Kamis (26/12/2019) malam WIB. The Gunners membutuhkan kemenangan setelah dalam dua laga terakhir
Hukum - 26 Desember 2019 14:13:40 wib

Terpidana Hoaks Ratna Sarumpaet Bebas Bersyarat

TERPIDANA kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet menjalani bebas bersyarat, Kamis (26/12/2019) hari ini.  Bebas bersyarat  yang dikeluarkan Kementrian Hukum dan HAM. Setelah mendapat surat
Asosiasi Lain - 26 Desember 2019 12:59:24 wib

GAPRINDO: IHT Masih Berkonstribusi Besar bagi Perekonomian Nasional

Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (GAPRINDO)  menilai Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia salah satu industri yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Namun, dalam beberapa tahun
Sepakbola - 26 Desember 2019 11:06:48 wib

Angkat Koper dari MU, Nemanja Merapat ke Tottenham

Nemanja Matic tak menutup kemungkinan untuk angkat koper dari Manchester United (MU) dan bergabung dengan klub rival Liga Primer Inggris Tottenham Hotspur.  Pelatih the Lillywhites, Jose Mourinho dikabarkan
Perbankan - 26 Desember 2019 10:51:27 wib

Nilai Tukar Rupiah Menguat Dikisaran Rp 13 Ribuan

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak menguat menjelang libur akhir tahun 2019. Pada pukul 9.44 WIB, rupiah bergerak menguat empat poin atau 0,03 persen menjadi
UKM - 26 Desember 2019 10:39:23 wib

250 UMKM Surabaya Manfaatkan Pendaftaran HKI Gratis

SELAMA 2019, ada sekitar 250 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengurus pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) gratis. Sejak 2015, Pemkot Surabaya memang memfasilitasi pendaftarah HKI gratis bagi pelaku
Teknologi - 26 Desember 2019 10:25:34 wib

Waspadai, Ada 104 Aplikasi Berbahaya di Android

BANYAK daftar aplikasi Android berbahaya sepanjang 2019 karena berisiko mencuri data pribadi pengguna, mengklik iklan diam-diam, mengambil alih kendali ponsel, dan masih banyak lagi kejahatan siber lainnya. White Ops
Sepakbola - 26 Desember 2019 10:15:57 wib

Liga Inggris, Leicester Ingin Jadi Ujian bagi Liverpool

Laga akbar bakal tersaji dalam matchday ke-19 Liga Inggris 2019-2020 kala Leicester City menjamu Liverpool. Pada pertandingan yang akan dilangsungkan Jumat 27 Desember 2019 dini hari WIB itu, Manajer Leicester, Brendan
Nasional - 20 Desember 2019 17:24:13 wib

Menkeu Sri Mulyani Desak Bea Cukai Perketat Pengawasan Impor Ilegal

  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendesak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memperketat pengawasan terhadap barang impor ilegal, khususnya menjelang tutup tahun. "Saya harap Bea Cukai
UKM - 20 Desember 2019 17:12:32 wib

Presiden Jokowi Optimis Produk UMKM Banjiri Pasar Ekspor

Presiden Jokowi optimistis bahwa kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap ekspor Indonesia bisa meningkat. “Selama ini ekspor Indonesia masih didominasi oleh usaha-usaha besar, yakni sebesar 85,6
Sepakbola - 20 Desember 2019 16:56:42 wib

Deschamps: Suatu Saat Zidane Latih Timnas Prancis

Pelatih tim nasional (timnas) Prancis Didier Deschamps meyakini Zinedine Zidane suatu saat nanti bakal menggantikan dirinya. Saat ini, Zidane sedang meniti karier kepelatihannya di Real Madrid. Deschamps masih bertahan
Teknologi - 20 Desember 2019 16:35:17 wib

Adopsi Big Data di Indonesia Kian Marak

Pakar Bid Data menilai adopsi teknologi big data dsemakin marak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Teknologi big data di Indonesia sudah bukan sekadar wacana di tingkat penelitian dan prototipe, tetapi
Perbankan - 20 Desember 2019 11:16:56 wib

2020, BI Ramal Penyaluran Kredit Tumbuh 12 Persen

Bank Indonesia (BI) memprediksi penyaluran kredit tahun depan tumbuh 10 persen-12 persen. Kalau benar bisa tercapai, pertumbuhan itu lebih tinggi dari proyeksi tahun ini yang hanya 8 persen.  Proyeksi tersebut
Sepakbola - 20 Desember 2019 11:06:44 wib

Egy Maulana Raih Penghargaan di Polandia

Pemain Lechia Gdansk asal Indonesia, Egy Maulana Vikri meraih satu penghargaan pada acara Gdansk Sport Gala ke-17 di Polandia. Egy dihadiahi penghargaan Hopes of the Year bersama dua pemain muda lain yaitu Tomasz
Balap - 20 Desember 2019 10:59:29 wib

GP Inggris Seri F1 2019 Paling Dibanjiri Penonton

GP Inggris yang digelar di Sirkuit Silverstone menjadi seri balapan Formula 1 musim 2019 yang paling ramai penonton demikian diumumkan pihak promotor pada Kamis (19/12). GP Inggris merajai tiga seri yang menembus angka
Teknologi - 20 Desember 2019 10:51:57 wib

Kurangi Android, Facebook Kembangkan OS Sendiri

 Facebook dilaporkan sedang mengembangkan sistem operasinya sendiri yang diharap nantinya dapat mengurangi ketergantungan pada sistem operasi Android milik Google. Pengembangan sistem operasi,  saat ini
Otomotif - 20 Desember 2019 10:36:59 wib

Perluas Segmen Pasar, Harley-Davidson Hadirkan Motor Bertenaga Anyar

Pabrikan motor besar Harley-Davidson bakal merilis dua sepeda motor kelas menengah yang mengusung mesin anyar Revolution Max V-Twin dalam dua varian kapasitas berbeda. Dua model baru dirilis akhir 2020 untuk
Sepakbola - 20 Desember 2019 09:55:30 wib

Piala Belanda, Feyenoord & Utrecht Lolos 16 Besar

Feyenoord Rotteram dan Utrecht menjadi dua tim terakhir yang melengkapi peserta putaran 16 besar Piala Belanda (KNVB Beker) seusai menyingkirkan lawan-lawan mereka pada Jumat (20/12) dini hari WIB. Kedua tim itu
UKM - 19 Desember 2019 18:09:26 wib

UKM Diminta Manfaatkan PLB untuk Dorong Ekspor

Pemerintah meresmikan ekspor perdana produk UKM melalui pusat logistik berikat (PLB) e-commerce. Tujuan ekspor produk UKM ini adalah PT Uniair Indotama Cargo di Kawasan Industri dan Pergudangan Marunda Center, Jakarta,
Bisnis - 19 Desember 2019 17:57:51 wib

E-commerce Bisa Jadi Tulang Punggung Ekonomi Digital Indonesia

Industri e-commerce terus mengalami pertumbuhan yang siginifikan dari tahun ke tahun karena bisa memberikan kemudahan dalam aktivitas sehari hari. Pertumbuhan industri e-commerce juga tak terlepas dari perilaku konsumen